Minggu, 10 Oktober 2010

Sistem Informasi Manajemen


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Sistem informasi (informantion system) secara teknis dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi. Selain menunjang proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengawasan, sistem informasi juga dapat membantu manajer dan karyawan menganalisis permasalahan, menggambarkan hal-hal yang rumit, dan menciptakan produk baru.
Anda dapat melihat hasil dari pengeluaran besar atas teknologi dan sistem informasi di sekeliling anda setiap hari dengan mengamati bagaimana orang menjalankan bisnisnya. Bisa dilihat melalui telepon konvensional, telepon seluler, blackberry, perangkat genggam, e-mail, konferensi online, dan konferensi jarak jauh internasional melalui internet menjadi sanngat penting saat ini dalam dunia bisnis.
Masuknya internet ke dalam sistem komunikasi internasional telah menurunkan biaya operasi pada tingkat global secara drastis. Pelanggan bisa berbelanja di pasar global, dengan harga dan informasi yang tertulis dengan kualitas andal selama 24 jam sehari.
Perkembangan Internet, globalisasi perdagangan, dan meningkatnya ekonomi informasi telah menuang kembali peran sistem informasi (SI) pada bidang manajemen dan bisnis. Teknologi internet memberi dasar untuk beragam model dan proses bisnis baru, serta bermacam jalan baru dalam hal pendistribusian ilmu pengetahuan. Gelombang-gelombang kegagalan dari dot-com ternyata tidak menghalangi niat perusahaan untuk menggunakan teknologi Internet dalam mengendalikan bisnis mereka. Banyak perusahaan bersandar pada Internet dan teknologi jaringan untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan mereka secara elektronis, secara lancer menghubungkan banyak pabrik, kantor, dan tenaga penjualan di sekitarnya.
Perusahaan-perusahaan pelopor seperti Cisco Systems, Dell Computer, dan Procter & Gamble memperluas jaringan tersebut sampai kepada para penyalur, pelanggan, dan kelompok lain di luar organisasi terkait agar mereka dapat bertindak cepat terhadap permintaan para pelanggan dan gejala perubahan pasar. Para manajer Cisco Systems mampu memanfaatkan sistim informasi itu untuk "hampir mendekati" pembukuan mereka pada setiap waktu sehingga bisa menyusun laporan keuangan gabungan berdasar pada perubahan pemesanan, potongan harga, pendapatan, produk, dan susunan biaya kepegawaian.
Para eksekutif mampu secara konstan menganalisa performa mereka pada semua level organisasi mereka. Pengintegrasian secara digital ini, baik di dalam atau di luar perusahaan, mulai dari gudang sampai kepada deretan eksekutif, mulai dari para penyalur sampai ke pelanggan, mengubah bagaimana kita mengorganisir dan mengatur suatu perusahaan bisnis. Pada akhirnya, perubahan ini mendorong ke arah perusahaan yang benar-benar dikelola secara digital. Pada perusahaan seperti inilah semua proses bisnis dan hubungan internal dengan para penyalur dan pelanggan dimungkinkan secara digital. Dalam perusahaan yang terkelola secara digital, informasi untuk mendukung keputusan bisnis siap tersedia kapanpun dan di manapun dalam organisasi yang bersangkutan.

TUJUAN BISNIS STRATEGIS SITEM INFORMASI
            Industri jasa saat ini seperti jasa keuangan, asuransi, properti, serta jasa pribadi seperti agen perjalanan, pengobatan, dan pendidikan tidak akan berkembang dan beroprasi tanpa sistem informasi.  Ada interdepensi yang berkembang antara kemampuan perusahaan untuk menggunakan teknologi informasi dan kemampuan utuk mengimplementasikan strategi korporat dan mencapai tujuan korporat. Perusahaan bisnis berinvestasi lebih pada sistem informasinya secara khusus untuk mencapai enam tujuan bisnis strategis : keunggulan operasional; produk, jasa, dan model bisnis baru; hubungan pelanggan dan pemasok; pengambilan keputusan yang semakin baik; keunggulan kompetitif; dan kelangsungan usaha.

Manajer dan bisnis berinvestasi pada teknologi dan sistem informasi untuk tujuan memberikan nilai ekonomis pada bisnis. Keputusan untuk mengembangkan atau mengelola sistem informasi mengasumsikan bahwa tingkat pengembalian atas investasi ini akan lebih baik dibandingkan investasi pada gedung, mesin, atau aset lainnya. Tingkat pengembalian tinggi ini dicerminkan dalam peningkatan produktivitas, pendapatan, atau mungkin posisi strategis jangka panjang pada pasar tertentu.

Pendekatan Kontemporer Terhadap Sistem Informasi
Sistem informasi tetap membutuhkan subtansi sosial, organisasi, dan investasi intelektual untuk bisa berjalan dengan layak walaupun sistem ini terdiri atas mesin dan teknologi fisik.
         

Sistem informasi manajemen merupakan dasar bagi jalannya bisnis saat ini. Di banyak industri kelangsungan hidup perusahan sangatlah sulit tanpa pengunaan luas dari teknologi informasi. Dari perpektif teknis, sebuah sistem informasi mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarkan informasi  dari lingkungan organisasi dan operasi internal untuk menunjang fungsi organisasi dan pengambilan keputusan, komunikasi, koordinasi, pengawasan, analisis, dan penggambaran.



Keahlian sistem informasi manajemen membutuhkan pemahaman aspek organisasi dan manajemen atas sistem informasi. Begitu juga aspek teknis yang ditunjukan bagi keahlian komputer. Keahlian sistem informasi mengambil baik pensdekatan teknis dan perilaku untuk mempelajari sistem informasi. Bidang sistem informasi menciptakan keahlian sistem informasi dengan mengombinasikan semua disiplin ini dengan orientasi praktik dalam solusi pengembangan sitem atas permasalahan dunia nyata dan pengelolaan sumberdaya teknologi informasi.
Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer adalah sistem yang menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk menghasilkan informasi. Sistem berbasis komputer mempunyai elemen-elemen sebagai berikut:
1. Software
Kumpulan dari syntag program, struktur data, database, dokumentasi
2. Hardware
Perangkat seperti monitor, cpu, mouse, dan lain-lain
3. DataBase
Kumpulan informasi yang terorganisir yang dapat diakses oleh software.
4. Brainware
Orang yang mengoperasikan hardware dan software
5. Procedure
Tahapan yang mendefinisikan pemakaian khusus dari setiap elemen sistem.
6. Dokumentasi
Manual formulir atau informasi yang menjelaskan dan memberikan gambaran tentang pemakaian dan pengoperasian sistem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar